Wednesday, May 8, 2013

Mau Kuliah di Luar Negeri.. Tapi...

hai hai!! welcome back to my posting..! hayoo.. pasti kesasar di blog gue yang unyu minyu ini ya? saking kesasarnya, sampe ga tau arah jalan pulang.. aku tanpamu butiran debu.... (mulai gak jelas)

kali ini gue mau sedikit berbagi kebingungan.. horee.. jarang kan orang-orang berbagi kebingungan... biasanya kan berbagi kebahagiaan, kasih sayang dan entahlah apa namanya.. tapi kali ini gue mau ngajak kalian untuk berbingung-bingung ria... ayooo, mana tepuk tangannya??

kebingungan gue kali ini dilandaskan dengan cita-cita gue. sebagai pelajar normal dan makhluk hidup bermoral, berbudaya, serta berakhlak mulia, gue tentunya punya cita-cita dan harapan buat hidup aka masa depan gue nanti. gak kerasa, sekarang gue udah SMA.. ini bener-bener gak kerasa banget. seakan-akan baru kemarin gue lahir di dunia, disambut keluarga besar, menangis meronta-ronta melihat indah dan anehnya dunia fana ini.... sungguh. berlebihan sekali kata-kata barusan -__-

SMA.. Sekolah Menengah Atas.. jaman dulu, orang-orang yang sampai di jenjang ini diramalkan akan sukses dalam karirnya. dan benar saja. gue sempet melakukan survey ke kakek nenek, buyut, eyang dan manusia-manusia yang hidup sebelum gue, terbukti bahwa jaman dulu, jenjang pendidikan yang paling tinggi dan paling dihormati adalah SMA. sebagai gambaran, SMA itu = S1 di jaman sekarang. cukup mudah bukan, untuk mencari pekerjaan? 
beda jauh banget sama jaman sekarang. kalau kalian tengok, lihatlah orang-orang yang (maaf) cuma berijazah SMA. ini juga menurut survey yang dilakukan oleh gue beserta kakak, dan ayah gue. ketika ke salah satu supermarket di Depok, kita sempet nanya-nanya iseng ke SPG atau satpam ataupun cleaning service nya. sungguh mencengangkan. mereka rata-rata tamat sekolah SMA. padahal, SMA yang jaman dulu sangat dipuja, dibutuhkan oleh dunia kerja. tapi sekarang? SMA hanya sebatas "permulaan". permulaan dalam berkarir sebenar-benarnya berkarir. mencari nafkah, hanya untuk diri sendiri atau keluarga kecil, tidak disertai keluarga besar. banggakah? sulit rasanya menemukan orang-orang yang benar-benar bangga atas pekerjaan itu.

perkembangan zaman, kecerdasan manusia yang semakin bertambah, menimbulkan peningkatan signifikan terhadap pendidikan. ga cuma di satu negara, tapi juga di seluruh dunia. di Indonesia saja, minimal seseorang harus tamat S1 jika ingin menjadi karyawan. yap. hanya karyawan. kalau di luar negeri, bisa jadi di sana harus S2 atau S3 atau bahkan bergelar master supaya taraf hidup meningkat dan memudahkan jalan untuk bertahan hidup di tengah-tengah harga barang pokok yang semakin melonjak periode demi periode.
intinya kan, kita harus melewati yang namanya bangku KULIAH.. atau biasa disebut universitas atau institut..

nnnaaaahhhh..... di sini gue masih sangat bingung. 
siapa sih yang ga pengen kuliah di universitas ternama? di Indonesia misalnya, ada Univ. Indonesia, Univ. Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor yang menjadi incaran pelajar tanah air. 
kebayang kan? dari Sabang sampai Merauke memperebutkan kursi di kampus-kampus itu? ambil contoh. tahun lalu, di Universitas Indonesia kabarnya, 1 kursi diperebutkan oleh 15 anak. hmm lumayan berat tuh.. itu baru UI. gimana kalo ITB?
oke oke. mungkin dari kalian berpikir masih ada jalur undangan atau jaman dulu disebut PMDK. cuma, gue ehm denger kabar kalo undangan itu ada modusnya. dan kabar lagi, kalo undangan susah dapet beasiswa. gue dapet kabar itu dari temen-temen sebaya gue di sekolah. masih menjadi perdebatan siih.. tapi sudahlah. ga usah dipusingkan. yang penting bagaimana menyelesaikan postingan blog ini dengan ending yang gak rancu -_-
EHM EHM EHM.... maaf kalo ngablu. maklum. namanya juga ngajakin bingung. saya bingung. anda bingung. sesama bingung harus saling menghargai, dan menghormati *big hug*

daaannn eng ing eng. kita masuk ke bahasan. gue pengen banget kuliah di luar negeri. amat sangat teramat pengen berrraaatttt.....

alasan pertama. gue udah terlalu bosen di Indonesia. astaghfirullah. tapi gue serius. karena apa? gue tinggal di Depok Jawa Barat dari lahir. dan pastinya, saat kuliah nanti, gue akan dan dipastikan disuruh kuliah di..... di mana anak-anak???? hayooo. yang bisa tebak dapet permen kaki looohhh... di UI....!!! aaarrgghh... tidaaakkk.. bosen sekali daku melihat suasana kota Depok.. emang sih, harusnya gue bersyukur kalau nantinya gue jadi kuliah di UI. tapi gue gak mau lama-lama. mungkin gue di UI cuma sampe S1 dan gue niat banget lanjutin S2 di luar negeri. intinya, gue bosen dengan suasana yang gitu-gitu aja. 


alasan kedua. banyak yang bilang kuliah di luar negeri lebih murah daripada di dalam negeri. hmm mungkin yang bikin mahal adalah biaya-bertahan-hidup di sana. you know laahh... itu. mata uangnya. bukan rupiah lagi. jadi, maklum kalo disana harga barang mahal-mahal. apalagi kalo kita gak terbiasa ngeliat "harga yang mahal". yang biasanya beli mi instan di sini cuma 6000 di sana bisa 20.000 kita langsung teriak dan bilang ke mba-mba kasir sambil guling-guling "mahal banget..!!! tolong. ga bisa diturunin? ha? saya lapar. saya butuh makan. saya butuh makan dengan harga murah. tolong. tolong hargai saya...!" -_- ehm plis deh. ada loohh.. negara yang nyediain biaya hidup khusus buat mahasiswa internasional. mungkin ga banyak. tapi cukuplah.. buat nutupin kekuarangan. so.. calm down, guys.. :)

alasan ketiga. gue pengen hidup mandiri. well, mungkin kalian bilang, "di sini juga bisa. tinggal nge-kos aja lo bisa mandiri kan?" tapi hello. di sini nge-kos itu masih bisa bermanja-manja ria sama orangtua. bermanja-manja dalam arti "minta duit". setelah gue baca beberapa blog dari mahasiswa tanah air yang kuliah di luar negeri, mereka akui kalo mereka bisa hidup lebih mandiri. kerja paruh waktu dan uangnya yaa buat hidup di negeri sana. dan kadang mereka full time kalo lagi liburan. jadi, di benak mereka ga kebayang buat minta ini itu sama ortu di rumah.

alasan keempat. banyak peluang beasiswa di sana. hmm udah harganya murah, ditambah beasiswa. yaa meskipun belom jelas tentang beasiswa ini, tapi cukuplah buat meningkatkan derajat kemauan gue kuliah di sana..

alasan kelima. pengen coba suasana baru. di sana, kita akan ketemu sama mahasiswa dari mancanegara dengan berbagai karakter, budaya, dan kebiasaan. dan salah satu alasan gue pengen menemukan hal-hal itu adalah: "gue pengen belajar bahasa mereka". syukur-syukur menguasai.. tapi kalo cuma sekedar tau, juga ga apa-apa.. :) itu udah bikin gue cukup puas..

alasan keenam. keliling a.k.a jalan-jalan. entahlah. gue mikir aja, kalo semakin gue ke luar sana, ketemu orang banyak, ketemu para pemilik perusahaan yang beraneka ragam, gue akan sering dibawa ke acara-acara besar, entah itu gathering atau semacamnya. gue selalu tertarik dengan hal-hal yang berbau traveling. mengetahui satu tempat, sejarahnya (tapi ga memperdalamnya), intinya gue kepo dengan semua tempat yang ada di sana. pastinya. gue akan selalu kepo. 


~~

meskipun banyak kelebihan kuliah di sana, tapi gue masih bingung pilih negara yang mau gue singgahi. apakah itu Inggris? atau Jerman?

hmm Inggris? keren juga tuh. apalagi di sana ada salah satu universitas ternama yaitu Cambridge University. Universitas itu berhasil mencetak 83 insan penerima penghargaan Nobel. daaann menurut sumber yang terpercaya, Universitas Cambridge berhasil mencetak ilmuwan ternama dan berpengaruh di dunia, yakni: Isaac Newton, Charles Darwin, William Harvey, Paul Dirac, J.J Thomson, John Maynard Keynes, Ernest Rutherford, Alan Turing, Jane Goodall, dan Stephen Hawking. kurang keren apa coba? oya, ditambah universitas ini setiap tahun menghasilkan peraih gelar doktor (PhD) terbanyak di Inggris. atau kira-kira lebih dari 30 persen dibanding Universitas Oxford. bayangkan itu kawan!
hanya saja, di Inggris. ehm. biaya kuliahnya termasuk paling mahal di dunia. katanya sih... mencapai 400 juta. per apa? yang jelas gak perhari kok.. :)

kalo Jerman? wah. ini sih udah banyak banget yang pengen kuliah di sana. selain universitasnya yang rata-rata berkualitas, biaya hidu atau biaya kuliahnya pun gak mahal. malah, di Jerman itu termasuk negara dengan biaya kuliah termurah... ininih yang bikin gue tergiur.
cuummmaa sayangnya, kuliah di Jerman itu harus bisa bahasa Jerman. HARUS. dan gue gak yakin bisa menguasai bahasa Jerman dalam waktu singkat-__-

yap. itulah yang gue pikirin sejak bulan lalu.
kalo menurut orang lain ini semua adalah angan-angan yang sanggggaaaatttt tinggi. tapi gue berpegang pada satu kalimat yang selalu gue inget sampai kapanpun : "Let your dreams be bigger than your fears" maknanya, setinggi apapun mimpi kita, biarkan itu tetap ada di genggaman kita, jangan kalahkan mimpi-mimpi itu hanya karena rasa takut yang membuat kita berpikir sulit untuk menggapai mimpi itu..

Wednesday, April 17, 2013

Someday (OST Crazy Littlething Called Love)


Mai roo waa naan kae nai tee chun dtong ton gup took sing
Bit bung kwaam jing nai jai took took yaang

Took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa
tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai

Reff:
Dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoo
Dtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roo
Dai yin mai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun
Ror hai ter bert doo lae wung piang kae ter roo suk wun neung

Tung tee chun gor ruk 
Tung tee chun gor roo seuk dtae suan leuk kaang nai yung mai glaa
Took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa
Tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai

Reff:
Dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoo
Dtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roo
Dai yin mai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun
Ror hai ter bert doo lae wung piang kae ter roo suk wun neung

Tung tee chun gor ruk 
Tung tee chun gor roo seuk dtae suan leuk kaang nai yung mai glaa
Took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa
Tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai

Dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoo
Dtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roo
Dai yinmai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun ror hai ter bert doo
Lae wung piang ter ja roo waa kon kon nee ruk ter yoo
Yung kor hai ter roo suk wun neung


~~
English Version: 
 
I don’t know how much longer
That I have to put up with everything
I’ve been hiding all the truth inside my heart
Every time we meet
Every time you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?
Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday

Though I love you
Though I feel
but deep down inside, I don’t dare to tell you
Every time we meet
Every time you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?

Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday

Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
And I hope you will realize
That this person loves you
Please I hope you will know
Someday...

~~~~

entah kenapa lagu ini berbekas banget..
dan entah kenapa meskipun lagu ini berbahasa Thailand, yang belum tentu gue ngerti artinya, gue tetep menitikkan air mata. iya. gue sedih. sedih karena gue gak ngerti artinya -_-

My heart keeps waiting for you.. ini pas banget sama suasana hati gue. liat deh. sekarang, gue mencoba menyimpan perasaan itu. hanya disimpan. gue belom berani dan jelas banget gue belom bisa membuang perasaan itu. gue hanya menyimpannya. di mana? kali ini bukan di hati.. gue simpan rapi di dalam pikiran gue. bukan pikiran bawah sadar. gue gak mau tiba-tiba terngiang-ngiang tentang dia. gue akan mengingat dia di saat gue mau, bukan refleks. intinya, penyimpanan itu bukan berarti gue nyerah menunggu. malahan, penyimpanan itu berarti gue tetep menunggu... namun dengan cara yang berbeda :)
penyimpanan itu juga beralasan logis. gue masih butuh waktu untuk menaikkan derajat hidup. dalam arti lain, mengejar kesuksesan. dan dalam arti lebih simpel, gue masih menuntut ilmu. aneh ya, ilmu kan gak salah apa-apa, tapi kok malah dituntut? (maap gajelas). gue masih berstatus pelajar. ada baiknya, bahkan sangat baik apabila gue fokus terhadap karir gue. pelajar. semestinya gue meraih kesuksesan, dan barulah gue dipusingkan dengan masalah rumit bernama 'perasaan'. dengan menyimpan perasaan yang kemarin, gue akan sadar, apa makna kata 'cinta, setia, sejati' atau hal semacamnya. kelak. saat waktunya tepat.

Can you hear my heart calling for you, loving you? satu pertanyaan yang masih sering berbisik di sudut hati gue. akankah dia masih mendengar suara hati gue? entahlah. pertanyaan itu hanya terbersit. sekilas. dan kemudian menghilang..

And hope you will realize.. sadar kalo di sini. selama ini. ada orang yang masih setia...... ehm. ehm. gak jadi deh. udah terlalu frontal.

udah ah galaunya. adminnya mau move on dulu {} tenaaang.. gak ke siapa-siapa kok.. masih sama kamuu~ kamunya jangan kemana-mana yaa.. aku gak galau loh.. liat deh :) aku masih bisa tersenyum tanpa kamu... *ngomong sama kaca spion*

Tuesday, April 2, 2013

Kirana-Dewa 19


Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar dikeruhnya satu sisi dunia
Hadir dimuka bumi tak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta

Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai usang nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka....

Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta

Peluhkupun mengering menanti jawabmu
Takkan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tercipta
Kuingin rasakan cinta

Smakin jauh kumelangkah
Smakin perih jejak langkahku
Harikupun semakin sombong
Meski hidup terus berjalan...terus berjalan

Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu

Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta

Manis seperti mereka
Tulus seperti adanya
Suci seperti dirimu
Ingin rasakan cintamu

Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Takkan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tersisa
Kuingin rasakan cinta...

 ~~
Lagu ini ditulis oleh Ahmad Dhani dan Erwin Prasetya tahun 1997 (katanya). Sekilas, lagu ini keliatan kayak jomblo cowo yang ngenes di tengah-tengah pencarian cintanya. tappii.. sepertinya itu salah. makna lagu ini sangat dalam. kalau kalian berani liat video klipnya, terlihat seorang wanita yang berperan sebagai Kirana. dalam kisah-kisah wayang, Kirana itu diibaratkan reinkarnasi dari Dewi Cinta. video klip ini dibuka dengan penggambaran Kirana, yang turun dari langit dan entah kenapa Kirana ini nyasar ke klub malam. tau kan, isinya klub malam kayak gimana? Kirana hanya melihat-lihat orang-orang yang ada di dalem sana. pokoknya, endingnya itu Kirana memanahkan panahnya ke orang-orang yang ada di klub itu. mereka yang awalnya mabok-mabokan dkk akhirnya sembuh karena panah dari sang Dewi Cinta itu.

makna yang dalam bukan? lihat lirik: Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia
menggambarkan nasib seseorang yang istilahnya dilahirkan di keluarga yang 'rusak'. seakan-akan dia menyesal telah dilahirkan di dunia dan mulai mengacaukan hidupnya sendiri. benar-benar tragis.
tapi lagu ini gak cuma menggambarkan ketragisan seseorang. lirik: Kuingin rasakan cinta terus dinyanyikan berulang-ulang. ini juga menggambarkan betapa setragis, sengenes, sesakit apapun seseorang, tetap yang dia mau cuma satu: kasih sayang. that's it. 

ada kisah di balik lagu ini. kisah tentang gue. dulu ibu gue bilang kalo beliau dan ayah gue seneng banget sama lagu ini. dan kebetulan lagu ini populer di tahun 1997, tahun gue lahir. awalnya, kedua ortu gue mau namain gue Kirana, sesuai dengan judul lagu ini dan berharap gue bisa menebarkan cinta dan kasih sayang tulus ke semua orang. cantik dan bermakna dalam ya namanya? tapi gak jadi tuuh :( entah kenapa tiba-tiba gue malah dikasih nama Putri. alasannya sih simpel, ibu gue bilang kalo beliau lupa dan akhirnya nama 'Putri' keburu ditulis di akte.. hmm apalah arti sebuah nama (?)

When I Was Your Man-Bruno Mars


Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me down,
Cause my heart breaks a little when I hear your name

It all just sounds like ooohhh...
Mmm.. too young too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand..
Should've gave you all my hours, when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing..
But she's dancing with another man

My pride, my ego, my needs, and my selfish way..
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to cleaned up the mess I made
And it haunts every time I close my eyes

It all just sounds like ooohhh...
Mmm.. too young too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand..
Should've gave you all my hours, when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing..
But she's dancing with another man


Although it hurts, I'll be the first
To say that I was wrong..
Oh I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes..
But I just want to you know..


I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should've done
When I was your man
Do all the things I should've done
When I was your man..




(lagunya keren bangeeeettt... suara om Bruno bener-bener menyayat-nyayat hati. walaupun cuma diiringi piano, tapi gue jadi bisa denger suara penyanyi kece itu dengan penuh penghayatan..
berasa dinyanyiin beneran *ea.. gue gak tau apakah lagu ini tergolong curhatannya dia atau hanya sekedar menulis lagu untuk kemudian dipasarkan. entahlah.. tapi yang jelas single ke 2 dari album Bruno "Unorthodox Jukebox" ini patut dapet 4 jempol. 2 jempol tangan dan 2 jempol kaki. kalo bisa tambahin jempol kalian, jangan pake sambel, karet 2, dibungkus -__- good job my Bruno.. I love your song..!!)
 

Template by BloggerCandy.com