Wednesday, December 25, 2013

Shirota Yuu feat Howie D-Worth Fighting For


No necessito nada
Sola mente a ti
Sola mente tu amor

It came so quickly
Love knocked me over
Now that I've found it
There's no letting go
I got you baby
As long as you've got me
Just know it's gonna get harder
Before it gets easy

We can go through the storm
Weather the pain
I'm always right here (always right here)
They can tear down the walls
Break down your pride
I'm always right here
Cause..

I'd rather lose my life than lose your love
I'd rather go to war than give you up
You're worth fighting for
You're worth fighting for
And I really don't know what's ahead
But I'll take my chance at swinging
You're worth fighting for
You're worth fighting for

I'll be your strongest soldier
I'll protect you
And if I'm wounded
You better be there taking care of me, oh!
People say it's weird to have what we share
That's why I put all of me in to this

We can go through the storm
Weather the pain
I'm always right here (always right here)
They can tear down the walls
Break down your pride
I'm always right here
Cause..

I'd rather lose my life than lose your love
I'd rather go to war than give you up
You're worth fighting for
You're worth fighting for
And I really don't know what's ahead
But I'll take my chance at swinging
You're worth fighting for
You're worth fighting for

Once in a lifetime
We find a mission and a cause
Something to lift us above it all
And so my course of action's very clear
Now victory's in sight
I am gonna treat you right


----

Haaaii.. Perkenalkan salah satu aktor yang akhir-akhir ini tanpa sengaja gue sukai (?)
Please Welcome.. Shirota Yuu!
Aktor sekaligus model, sekaligus penyanyi ini lahir di Tokyo, Jepang pada tanggal 26 Desember 1985 dan bergolongan darah O yang tidak mempunyai aglutinogen manapun *apasih*. 
Dia ini setengah Jepang (dari pihak ayah) dan setengah Spanyol (dari pihak ibu). Nah karena blasteran Spanyol, sampai umur dua tahun dia menetap di Barcelona. Dia balik lagi ke Jepang untuk sekolah dan tetap mempelajari bahasa Ibunya dalam percakapan umum.
Pria yang biasa dipanggil U-Kun, Shiroro, Shiropon, Shirotan, atau Yuu-ani ini memulai debutnya lewat drama Jepang dalam film yang berjudul Pink no Idenshi pada tahun 2005. Dan gue kenal dia (alamak kenal wkwk) lewat film Great Teacher Onizuka yang rilis pada tahun 2012 dan U-kun berperan sebagai Ryuji Danma.
Dengan hobi menulis lagu dan berkaraoke, ia pun bisa menyulap dirinya menjadi seorang penyanyi. Lagunya gak jelek-jelek amat, dan suaranya pun lumayan bagus. Selain itu, dia juga piawai dalam memainkan gitar dan piano.
Sampai sekarang ini, yang gue tau dia sudah mengeluarkan album yang bertajuk UNO yang harga albumnya itu kalau gak salah mencapai 3000 yen.
Gue rasa, orang-orang mungkin belum terlalu banyak yang mengenal dia. Jadi wajar kalau informasi yang gue dapet cuma segelintiran aja hehehe. Jadi, sekian postingan tentang Shirota Yuu kali ini. 
Mohon maaf bila ada kesalahan ;)  

さようなら!!

Liburan: Hibernasi di Rumah

Assalamu'alaikum... Haihai.. Happy holidays semuaa..
Setelah penat dengan segala rutinitas di luar sana, kini saatnya kita menyambut liburan dengan sukacitaa ^o^
Well, orang-orang punya banyak cara untuk menghabiskan waktu liburan. Seperti akhir-akhir ini, temen-temen gue lagi rame-ramenya main bareng temen mereka. Entah itu ke bioskop, main ke rumah temen, sekedar jogging sambil olahraga, ke toko buku, makan-makan, main ini main itu, bahkan sampai ke puncak untuk menginap disana. 

Gue pun sering diajakin main sepanjang liburan ini. Dan alhamdulillah, gue mencoba menolaknya baik-baik. Hehehehe. Gini, selama sekolah seharian, jarang waktu digunakan untuk ngumpul bersama keluarga di rumah. Nah, momen libur panjang gini, yang seharusnya gue manfaatkan di rumah bareng satu keluarga komplit. Kadang, gue menjadikan kata 'mager' untuk menolak ajakan main dari mereka. Iya, gue mager karena gue telah ada dalam dekapan hangat keluarga tercinta *ea.

Liburan di rumah bukan berarti suram. Justru di rumah ini gue merasa have fun. Setiap hari bisa tiduran dan uring-uringan di kasur sambil dengerin musik, internetan, gitaran (walaupun masih anta), nonton film rame-rame, makan rame-rame, ketawa bareng, dan masih banyak hal yang bisa gue kerjakan di rumah. Semua hal ini bisa ngerefresh lagi jiwa dan raga yang udah ngebul karena rutinitas di sekolah.

Ada satu hal yang gue kerjakan selama liburan yang menurut pandangan orang lain itu adalah hal yang absurd, dan tidak patut dicontoh, yaituuuuu... be-la-jar. Yipii.. 
Yap, selama liburan entah angin darimana, gue jadi seneng belajar. Mungkin ini efek karena keinginan kedua orangtua supaya gue bisa tembus ke Olimpiade Fisika. Yaa paling engga sampai ke tingkat provinsi, itupun sudah sangat membanggakan. Yaahh.. semoga saja usaha gue ini gak sia-sia dan impian kedua orangtua gue itu bisa terwujud tahun depan. Aamiin :)

Back to the topic!! Jadi, apa kabar dengan liburan gue? Fine aja. Tanpa keluar dengan teman-teman, tanpa jalan-jalan kesana-kemari, semua terasa nikmat di rumah. Aman, tentram, gak ngeluarin ongkos, spending time with family it's so much fun *saik*. 
Jadi, bisa diprediksikan bahwa liburan gue kali ini bakalan habis di rumah.. Intinya sih gitu aja. Sekian dari postingan kali ini. And once again, have a happy holidays, guys!

Friday, December 20, 2013

Final Sea Games 2013. Harap Harap Cemas

Assalamu'alaikum...
Wooohhooo.. Sengaja postingan ini gue bikin untuk melepas segala pikiran tentang postingan sebelumnya itu.. Postingan yang membahas masalah pering.... Ah sudahlah.
Kali ini, gue mau berbagi kegembiraan. Enak ya didengernya? (ini blog bisa didenger) wkwk salah ya. Maap maap *hem gak jelas*

Jadi gini sob, kemarin itu, tanggal 19 Desember 2013, terjadi sebuah pertempuran sepak bola yang sangat mengundang simpati dari para pecinta sepak bola tanah air.. Yap. Apalagi kalau bukan semifinal Sea Games Indonesia VS Malaysia. 
Entah kenapa, dari semua pertandingan, cuma laga ini yang sukses bikin gue deg-degan. Lagi-lagi Indonesia harus melawan Malaysia. Bedanya, kedua tim ini berlaga di semifinal. Memperebutkan tiket menuju babak final. 
Sebagai orang yang memiliki nama berbau Indonesia, sepatutnya gue mendukung Indonesia dengan segenap jiwa. Dari awal pertandingan, mulut gue udah komat-kamit berdoa supaya Indonesia menang lawan Malaysia. Dan doa pun terjawab. Babak pertama Indonesia berhasil membobol gawang Malaysia lewat tendangan Bayu Gatra. Skor 1-0 untuk Indonesia. Skor bertahan sampai berakhirnya babak pertama. 
Sayangnya, babak kedua Malaysia mampu membobol gawang Indonesia melalui tendangan (maaf saya lupa nama pemainnya) Hehehe. Skor imbang 1-1 sampai berakhirnya waktu normal + 4 menit additional time.
Nah, saudara saudari, dikarenakan skor imbang itulah, terjadi namanya injury time yang berlangsung selama 30 menit. Di sinilah letak keseruannya (menurut gue). Tiba-tiba performa dari pemain Malaysia mulai menurun. Namun sayang, keadaan ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh timnas kita. Tanpa balasan, akhirnya skor masih imbang.

Daaaannn eng ing eng. Adu penalti pun dilakukan. Indonesia mengirim 5 pemain untuk melakukan eksekusi; terdiri dari: Alfin Tuasalamony, Diego Michiels, Yandi Sofyan, Yohanes Pahabol, dan Manahati Lestusen. Dan hanya Manahati yang tidak mampu mengeksekusi penalti dengan baik.

Sementara itu, 3 penendang Malaysia yang berhasil menerobos gawang Indonesia antara lain Nazmi Faiz, Fadhli Shas, dan Rozaimi bin Abdul Rahman. 2 tendangan dari 2 pemain berhasil ditepis dengan sangat baik oleh penjaga gawang Kurnia Meiga.

Dengan hasil adu penalti 5-4 untuk Indonesia akhirnya timnas lolos ke babak final melawan Thailand.

Dari pertandingan melawan Malaysia, gue paling 'wah' dengan penampilan sang kiper bernomor punggung 1. Boii.. itu kiper benar-benar hebat. Yaa meskipun sempat kebobolan, tapi cara dia menangkap bola sangat patut diacungi jempol. Skill, postur tubuh, dan kegigihannya membuat dia tampil cemerlang dan tak mudah takluk oleh serangan bertubi-tubi dari pihak lawan. Kebiasaan unik dari penjaga gawang yang bernama Kurnia Meiga Hermansyah ini adalah ketika ia sering 'meludah' di sarung tangannya sebelum bersiap menghadapi sepak pojok, penalti atau tendangan bebas dari lawan. Meskipun agak menjijikan, tapi toh, hasil tangkapannya tidak terlalu buruk. Dan gue rasa, Meiga harus ada sebagai penjaga gawang di final melawan Thailand nanti, mengingat prestasinya selama ini di dunia per-kiper-an.

Lepas dari bahasan kiper, gue berharap di final nanti, Indonesia mampu menunjukan 'paruhnya' melawan tim gajah putih Thailand. Ini saatnya Indonesia menunjukan jati diri pemenang yang sebenarnya. Semoga saja Indonesia mampu merebut emas di ajang Sea Games 2013 cabang sepak bola.. Amiin. Semangat Garuda!

Sukses yang Tertunda

Assalamu'alaikum...
Duh duh duh.  Di postingan ini gue pengen berbagi kesedihan. Rada gak enak sih didengernya.. Tapi emang itu yang gue rasain.
Oke jadi gini.. Kesedihan gue ini timbul karena.. Karena......  Nilai raport -_-
Hmm nilai yang gue dapetin sebenernya bagus-bagus.. Di atas 80 semua, seperti yang gue harapkan sebelumnya. Tapi, entah kenapa.. Peringkat gue di kelas terjun payung gitu aja. Yang dulunya gue peringkat ke-6, jatuh ke peringkat...... peringkat..... Ah tolonglah. Angka 14 sukses bikin gue drop.
Bayangkan.. Kenapa bisa-bisanya gue terjun 8 angka. It's so.. Argh!

Hem oke *tarik napas*. Gue gak ngerti di saat semua nilai gue merangkak naik namun berbanding terbalik dengan peringkat di kelas. Apa mungkin saingan gue kali ini adalah manusia-manusia ajaib (?) Manusia yang tahan banting dan tak terkalahkan. Atau sebenernya mereka adalah manusia biasa yang mudah untuk dikalahkan namun gue-nya aja yang kurang greget usahanya? 

Kedua hipotesis itu ada benarnya. Cuma, gue lebih condong ke hipotesis kedua.. Kenapa? Yaa gue ngerasa kalo belajar gue selama ini masih kurang greget. Dulu waktu kelas SMP dan kelas sepuluh, gue rela mengorbankan waktu tidur untuk berkutat dengan pelajaran. Dan di kelas sebelas ini, gue gak bisa sepenuhnya mengorbankan waktu tidur itu. Setiap mencoba bertahan membuka mata demi mengejar mimpi *anjas* tiba-tiba mata indah ini terpejam begitu saja -_- Dan tetap tertutup hingga adzan subuh berkumandang...

Intinya, gue merasa sangat KURANG GREGET belajarnya dan usahanya. Yaa ini yang gue rasakan;  berbeda dengan apa yang orang-orang sekitar gue rasakan.. Mereka justru merasa kalau usaha gue udah melampaui manusia normal (oke ini lebay). Tapi serius deh. Ketika gue uring-uringan di lantai meratapi peringkat gue yang terpuruk.. Kakak gue bilang: "Yah baru juga sekali gak masuk sepuluh besar.. Lah dulu mba pas SMA gak pernah masuk sepuluh besar. Dan gak apa-apa tuh. Yang penting pemahamannya, bukan peringkatnya.." Okeh. Hanya saja menurut gue, akan lebih baik jika pemahaman itu berbanding lurus dengan peringkat yang didapat. Itu akan terasa lebih membanggakan.

Huaaa. Gue ngerasa gagal berperang dengan teman sendiri. Dan lebih, gue mungkin mengecewakan dan gagal menepati janji gue kepada seseorang... Seseorang yang meminta gue untuk berada di peringkat satu. Tau gak sih? Dengan segenap usaha yang bisa gue lakukan, ambisi, optimisme, harapan dan do'a, inilah hasilnya: gue gagal menjadi nomer satu.
Hmff terjatuh sekali ini sangat amat sakit. Karena jangankan menepati janji. Untuk meraih 10 besar pun tidak :(

***Hey!! Wake UP, Putri! Apa gunanya menyesali yang sudah terjadi? Semua penyesalan gak akan ngerubah keadaan. Lagipula, apa yang gue dapetin ini masih membanggakan di mata orangtua gue. Mungkin memang, 'dia' tempat menaruh janji itu masih menjadi beban buat gue. Tapi, hey.. Lebih penting mana kalimat dan harapan dari orangtua dengan kalimat dan harapan dari seseorang yang masih semu itu? Keep rising up! Seberapapun hasil itu, itulah hasil yang Allah percayakan. InsyaAllah.. Allah telah menyimpan hasil yang lebih baik dari hasil sekarang. Dan bahkan, lebih baik dari hasil yang sekarang diimpikan..

Seperti kata salah seorang senior gue: "Kenapa doa saya sering tidak dikabulkan? Sering pertanyaan seperti itu. Rileks aja.. Allah mungkin menggantinya dengan yang lebih baik". Artinya, ketika do'a dan bahkan usaha itu masih belum menghasilkan hasil yang memuaskan.. janganlah kita (terutama gue) bergalau hati. Karena, di balik kegagalan itu, terdapat rahasia dan rencana Allah yang lebih indah menanti kita disana.. Lebih Besar. Lebih Membanggakan. Lebih Sulit Ditebak. Lebih Mengagetkan.

Terlebih lagi, jika masih saja mengeluhkan hasil ini.. Itu sama saja dengan menentang takdir yang sudah dituliskan. Semua yang terjadi adalah takdir. Semua yang tertulis adalah takdir. Dan semua yang tertulis itu adalah keputusan Allah. Dan semua keputusan Allah adalah indah..

Sebenarnya, kejadian atau lebih tepatnya 'kejatuhan' gue ini ada hikmahnya. Pertama, gue sadar kalo gue jarang bersyukur; entah itu bersyukur karena hasil ulangan harian, kesehatan yang gue punya, dan waktu yang gue punya. Kedua, kurang memanfaatkan kesempatan dan waktu dengan baik. Ketiga, terlalu mengharap yang padahal ketika gue berharap lebih dan sangat teramat ambisius maka ambisi itulah yang membuat gue jatuh. 
Mungkin itu beberapa hikmah yang gue dapet dari kejadian hari ini. Semoga saja, jatuhnya gue ini cuma terjadi sekali, dan jangan terulang lagi. Dan Bismillah.. Semester depan gue bisa berusaha lebih baik lagi. Lebih mengharap ridho Allah daripada mengharap yang lain-lain. Semoga Allah benar-benar menggantikan ini semua dengan 'sesuatu' yang lebih menakjubkan :) InsyaAllah...

Tetap semangat buat admin blog lucu ini! :) Seperti kata orang-orang: "Sejatinya, kegagalan merupakan sukses yang tertunda".
 

Template by BloggerCandy.com