Saturday, January 5, 2013

Teka-Teki Einstein

Bismillah..
kali ini aku mencoba untuk sedikit waras.. kita akan membahas tentang teka-teki bapak Einstein.. faktanya, 98% orang tidak bisa menjawab ini dengan benar atau mungkin mereka lebih memilih menyerah duluan sebelum membaca artikel ini.. naas memang..

kalau Anda? apakah Anda termasuk ke dalam 98% atau luar biasanya, Anda masuk ke yang 2%?? very well, check this out..

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda.
Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda.
Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu.
Merokok satu merek rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.
Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merek rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

 Pertanyaannya: Siapakan yang memelihara IKAN?

Petunjuk:
  1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
  2. Orang Swedia memelihara anjing.
  3. Orang Denmark senang minum teh.
  4. Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih.
  5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
  6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung.
  7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
  8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
  9. Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama.
  10. Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing.
  11. Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok Dunhill.
  12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
  13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
  14. Orang Jerman merokok Rothmans.
  15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

hayoo.. kalau ada niat sih.. pasti Anda bisa jawab.. tapi, sedikit curcol nih.. saya sendiri masih bingung menentukan jawaban.....
selamat menikmati :))

Bruno Mars :)

Bismillah..
okeh, kali ini gue mau bilang jujur.. gue ngaku kalau selama ini di balik kerudung gue, gue nge-fans banget-bangetan sama penyanyi satu ini...


BRUNO MARS!!! ^o^
alasan gue nge-fans sama makhluk satu ini adalah karena jenis suaranya yang uniiikk banget.... menurut gue keunikannya terletak pada karakter suaranya yang mirip tikus yang ke-gep kejepit pintu sambil nyanyiin nada sopran.. kebayang ga? kalo ga kebayang ga apa-apa.. itu hanya imajinasi gue aja yang terlalu tinggi :o

oke sedikit gue cerita tentang papi bruno..
Bruno Mars punya nama asli Peter Gene Hernandez.. manusia berwajah manis ini lahir pada tangal 8 Oktober 1985. Ia dibesarkan di Honolulu, Hawaii..
keluarganya memang merupakan keluarga musisi. dia adalah anak (keberapa gue gak tau) dari 6 bersaudara. ayahnya, kalau gak salah merupakan pemain perkussi di kotanya. sedangkan ibunya merupakan penyanyi. mungkin, di situlah bakat Bruno diturunkan..

Nama Bruno Mars sendiri diambil saat ia berusia 2 tahun. 'Bruno' itu katanya ide dari ayahnya sendiri. sedangkan 'Mars' itu cuma tambahan doang.. hmm gue sendiri masih kurang yakin.. tapi okelah, suka-suka yang bikinlah ya.. 
sebelum jadi solois, Bruno sempet nulis lagu buat segelintir penyanyi yang sekarang masih hits banget. Alexandra Burke, Travie McCoy, Adam Levine, Brandy, Sean Kingston, dan Flo Rida. iya. dia pernah bikinin lagu buat mereka. selain itu, dia juga menjadi co-writer dalam lagu berjudul "Nothin' On You" by B.O.B dan "Billionaire" by Travie McCoy.

Genre musik yang diambil oleh Bruno sendiri adalah pop, rock, reggae, R&B, soul, dan hip-hop. (agak melenceng kan antara gue yang polos dan pendiem ini menyukai genre musik itu?)

Album pertamanya berjudul Doo-Wops and Hooligans ini keluar pada 4 Oktober dan dirilis tanggal 5 Oktober 2010. lagu andalannya di album ini adalah Just The Way You Are, yang mana setiap gue dengerin ini, gue berasa ge-er sendiri hahaha. lagu ini dirilis 19 Juli 2010 dan langsung masuk Billboard Hot 100. keren gak tuh?
lagu kedua yang dia keluarin berjudul Grenade. ini salah satu lagu favorit gue.. video klipnya keren.. memperlihatkan Bruno yang lagi geret-geret piano.. kejam.

setahun kemudian, tepatnya 13 Februari 2011, Bruno berhasil memenangkan Grammy Award for Best Male Pop Vocal Performance, dan berhasil masuk enam nominasi: Best Rap Song and Best Rap/Sung Collaboration, Record of the Year and, Song of the Year , Producer of the Year, Non-Classical di Grammy Awards ke-53.

nah, tanggal 22 September 2011, Bruno Mars merilis lagu favoritt gue banget "It will rain" yang juga jadi soundtrack film Breaking Dawn part 1.. congratulation, Bruno..!!

loncat ke tahun 2012, Bruno kembali merilis album berjudul "Unorthodox Jukebox". yang salah satu lagunya udah gue dengerin, yaitu "Locked Out Of Heaven". dan menurut gue lagu itu kurang bagus. so, gue rekomendasiin buat elo yang mempunyai otak sepolos bayi, lebih baik jangan dengerin lagu ini.. *gue serius*
masih ada 9 lagu lagi di album ini.. dia bilang judulnya antara lain:  "Young Girls", "Gorilla", "When I Was Your Man", "Natalie", "Treasure", "Moonshine", "Money Makes Her Smile", "Show Me", dan "If I Knew". gue sendiri belom pernah denger tuh lagu.. cuma kali ini gue pesimis sama album barunya bruno.. sorry, dude..

ehm. mungkin kalian nganggep kalo gue ini aneh bisa nge-fans sama Bruno.. tapi ga apa-apalah.. tanggapan orang kan beda-beda.. woless...

sekian dulu dari saya, Bruno Lovers *ewh*.. thanks for reading, and leave a comment please :))
Salam Grenade cemua....


JK Rowling

 halo halo halo halo halloooo readers...
gemes deh pengen ngasih tau kalian tentang koleksi novel terbaikku sepanjang masa. yap. Harry Potter. dari SD sampai SMA sekarang, film yang aku sering tonton dan buku yang sering aku baca adalah kisah penyihir baik hati, lemah lembut, rajin menabung dan sayang keluarga "Harry Potter"..
dulu aku sempet penasaran.. siapa sih, pencipta kisah fantasi menakjubkan ini. endingnya, aku tau kalau penulis nya itu tidak lain dan tidak bukan adalah JK Rowling. 
mau tau kisah sukses mba Rowling? read this, guys...!!! :)

Nama Joanne Kathleen Rowling atau J.K. Rowling berkibar di kancah kesusastraan internasional setelah novel fantasi karyanya, Harry Potter, meledak di pasaran. Tujuh seri novel Harry Potter karyanya masuk dalam jajaran buku terlaris di dunia sepanjang masa.

Kepopuleran Rowling bermula pada Juni 1997, saat perusahaan penerbitan di Inggris, Bloomsbury, bersedia mempublikasikan seri pertama kisah rekaannya yaitu Harry Potter and the Philosopher's Stone. Tak disangka, dalam hitungan bulan, buku itu berhasil menjadi buku terlaris di Britania Raya. Kesuksesan buku yang mengisahkan kehidupan Sekolah Sihir Hogwarts itu membuat Rowling semakin bersemangat menyelesaikan seri lanjutannya. Pada Juli 1998, ia meluncurkan buku seri keduanya yaitu Harry Potter and the Chamber of Secrets. Hanya dalam waktu sebulan buku seri kedua itu bertengger di peringkat satu buku terlaris di Inggris.
Di puncak kesuksesan dua bukunya, Rowling meluncurkan seri ketiga berjudul Harry Potter and the Prisoner of Azkaban pada Juli 1999. Seri ketiga inipun langsung bertengger pada peringkat buku terlaris di Inggris hanya dalam tempo empat minggu. Daya pikat buku itu semakin kentara saat sebuah perusahaan penerbitan di Amerika Serikat, Scholastic, turut mempublikasikan buru seri pertama Rowling dengan judul Harry Potter and the Sorcerer's Stone pada September 1998, seri kedua pada Juni 1999, dan seri ketiga pada September 1999.

Di Amerika, kisah Harry Potter mendulang sukses serupa. Pada 1999, tiga seri pertama Harry Potter bahkan sukses mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar ‘New York Times best-seller'. Kepopuleran buku Harry Potter pun menarik perhatian sejumlah perusahaan penerbitan di dunia. Buku itu diterjemahkan ke dalam 67 bahasa dan didistribusikan di lebih 200 negara.

Pada tahun 2000, perusahaan penerbitan di Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, pun mulai mempublikasikan terjemahan dua seri pertama Harry Potter secara berurutan yaitu Harry Potter dan Batu Bertuah serta Harry Potter dan Kamar Rahasia. Terjemahan itu juga mendulang sukses di Indonesia. Dan, berlanjut dengan empat seri lainnya yaitu Harry Potter dan Tawanan Azkaban (2001), Harry Potter dan Piala Api (2001) , Harry Potter dan Orde Phoenix (2004), Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran (2006), serta Harry Potter dan Relikui Kematian (2008).

Kisah Harry Potter menjadi perbincangan masyarakat dunia. Setiap seri lanjutannya selalu dinanti dengan cemas. Buku seri keempat Harry Potter and the Goblet of Fire dan buku seri kelima Harry Potter and the Order of The Phoenix bahkan dinobatkan sebagai buku paling laris sepanjang sejarah , memecahkan seluruh rekor penjualan buku di dunia. Kesuksesan serial Harry Potter kian tak terbendung. Buku seri keenam Harry Potter and the Half-Blood Prince yang dipublikasikan Juli 2005, dan buku seri penutup Harry Potter and the Deathly Hallows yang dipublikasikan Juli 2007 juga meraih prestasi penjualan yang spektakuler. Buku seri penutup menjadi buku dengan proses penjualan tercepat dengan angka lebih dari 375 juta kopi di seluruh dunia.

Kisah Harry Potter bagai sihir di seluruh dunia. Kesuksesan penjualan novel fantasi Rowling itu juga dibarengi dengan kesuksesan enam film yang diadaptasi dari setiap seri Harry Potter. Hanya seri terakhir Harry Potter and the Deathly Hallows yang belum dirilis. Film penutup Harry Potter itu dijadwalkan rilis tahun 2010.

Kesuksesan enam film yang selalu bertengger di box office itu tentunya juga mengibarkan nama para pemainnya seperti Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson, ke jajaran selebriti papan atas dunia.  Sukses film ini juga erat terkait dengan larisnya novelnya.

Imajinasi mengenai kisah Harry Potter muncul tanpa sengaja di benak Rowling sekitar tahun 1990, saat melakukan perjalanan dengan kereta dari Manchester ke London. Dari imajinasi awal itu, Rowling terus mengembangkannya dalam rangkaian cerita yang ditulis manual dengan tangan. Imajinasi wanita lulusan Sastra Prancis Universitas Exeter itu terus mengalir di tengah kesibukannya sebagai guru Bahasa Inggris di Portugal. Ketika pada 1992 Rowling menikah dengan seorang wartawan Portugis dan memiliki anak perempuan, Jessica yang lahir pada 1993.

Semangat menyelesaikan kisah Harry Potter justru tumbuh subur setelah Rowling mengalami perceraian, sesaat setelah putri sulungnya lahir. Dalam kondisi perekonomian yang sangat buruk, Rowling mengajak putrinya menetap di Edinburgh. Mereka hidup dalam keterbatasan dengan subsidi dari pemerintah. Semangat Rowling untuk menyelesaikan kisah Harry Potter terpacu demi mempertahankan hidup bersama putrinya. Hampir setiap hari ia mengajak putrinya yang masih berusia beberapa bulan ke cafe untuk menulis. Kebetulan pemilik café itu cukup berbaik hati membiarkan Rowling duduk berjam-jam mencari inspirasi di tempatnya hanya dengan memesan satu cangkir minuman.

Dan, akhirnya pada 1995 kisah Harry Potter seri pertama rampung. Rowling pun segera membuat salinan kisah itu dengan mesin ketik tua. Kondisi perekonomiannya yang buruk membuat Rowling tak sanggup membayar biaya fotokopi. Selanjutnya, ia berkeliling menawarkannya kepada sejumlah penerbit buku anak-anak. Baru pada 1996, perusahaan penerbitan Bloomsbury menyatakan kesediaannya membeli kisah Harry Potter, setelah sembilan perusahaan penerbitan lainnya menolak kisah itu. Namun, Bloomsburry mengingatkan Rowling agar tak berharap banyak dengan penjualan buku kisah untuk anak-anak. Paling-paling hanya cukup untuk membiaya kebutuhan rumah tangga. Apalagi masih banyak pembaca yang sentimen dengan penulis perempuan.

Pernyataan Bloomsburry pun sempat membuat Rowling merasa tak percaya diri. Dia pun meminta agar penerbit menyingkat nama depannya untuk menyamarkan identitasnya sebagai penulis wanita. Jadilah nama J.K. Rowling dalam bukunya, setelah ia menambahkan nama ibunya, Kathleen, sebagai nama tengah. Menjumpai penerbit yang bersedia mempublikasikan kisahnya sudah membuat Rowling bahagia. Sebab sejak awal, Rowling tak memiliki ekspektasi berlebih atas penjualan kisahnya. Tujuannya menulis buku hanya satu yaitu bertahan hidup bersama putrinya.

Namun kenyataan berkata lain. Kisah Harry Potter menjadi komoditas luar biasa di seluruh dunia. Kisah itu mendatangkan kekayaan yang luar biasa bagi Rowling. Kisah itu membuat Rowling bangkit dari keterpurukan. Di penghujung 2001, Rowling pun menikah kembali dengan Dr Neil Murray, dan melahirkan David Gordon Rowling Murray pada 2003, dan Mackenzie Jean Rowling Murray pada 2005.

Di tengah kesibukannya bersama Harry Potter, Rowling juga aktif di sejumlah kegiatan sosial. Sebagian penghasilannya di sumbangkan kepada sejumlah yayasan amal seperti UK Comic Relief Charity dan lembaga penelitian yang terlibat dalam penanganan penyakit multiple scerosis, penyakit yang merenggut nyawa ibunya pada 1990. Kini Rowling merasa menjadi wanita yang luar biasa beruntung karena bisa melakukan hal positif dari kecintaannya menulis. Setelah menuntaskan serial Harry Potter, ia berjanji akan tetap menulis. Bagi Rowling, tak ada yang lebih berharga daripada melihat antusiasme pembaca atas karyanya.

Lahir di Chipping Sodbury, Inggris, 31 Juli 1965, Rowling memang tumbuh sebagai wanita yang memiliki cita-cita kuat sebagai penulis. Sejak kecil, ia terbiasa menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan. Bahkan, sebelum bekerja sebagai guru bahasa di Portugal, Rowling pernah dipecat dari pekerjaanya sebagai sekretaris gara-gara sibuk mengarang cerita saat sedang rapat. Harry Potter telah menyihir Rowling sebagai penulis paling kaya di Inggris, bahkan mungkin di dunia. Harry Potter juga sukses mendatangkan banyak penghargaan kelas internasional untuknya. Kisah Harry Potter sungguh mengubah hidup Rowling.

 
Berikut ini adalah gambar seri buku Harry Potter yang aku ambil dari google.com:



Harry Potter Series, -English Version

Seri Harry Potter, -Versi Bahasa Indonesia

dari semua buku, aku udah pernah nyoba baca semuanya.. dan itu ceritanya serrrruuuu bangettt... greget..! kita seakan-akan benar-benar ada di dunia sihir, karena Rowling memberikan deskripsi yang menakjubkan sehingga kita serasa 'terbawa'..
mungkin, bagi sebagian orang, enakan nonton film-nya daripada baca buku-nya. tapi menurutku.. dua-duanya itu sama-sama enak.. :))
all right.. that's all about Harry Potter and the Harry Potter writer.. See you again.. Thanks for reading :) 
Salam avada kedavra

Pipiet Senja

Bismillah..
readers, pasti tau kan penulis novel terkenal dan ternama 'Pipiet Senja'? iya. beliau merupakan salah satu penulis favorit-ku. salah satu buku yang pertama kali aku baca, yaa bukunya teteh Pipiet Senja berjudul Tembang Lara.. aku membaca buku itu saat masih berumur 7 tahun. emang sih, awalnya aku sama sekali gak ngerti maksud jalan ceritanya.. namun, ketika aku membuka kembali novel tersebut, aku mengerti maksudnya dan entah mengapa aku sangat takjub dengan buku tersebut...

sekarang, aku mau share sedikit tentang teteh Pipiet Senja.. semoga berkesan yuaaaa :')




Pipiet Senja adalah nama pena Etty Hadiwati Arief, lahir di Sumedang, 16 Mei 1957 dari pasangan Hj.Siti Hadijah dan SM. Arief (alm) seorang pejuang’45. Novel yang telah ditulisnya ratusan, tapi yang telah diterbitkan sebagai buku baru 80. 
Pipiet Senja harus ditransfusi darah secara berkala seumur hidupnya karena penyakit kelainan darah bawaan, memiliki dua orang anak yang selalu membangkitkan semangat; Haekal Siregar (27), Adzimattinur Siregar (18) dan seorang menantu yang solehah, Seli Siti Sholihat, seorang cucu menggemaskan; Ahmad Zein Rasyid Siregar. Aktivitasnya saat ini sebagai anggota Majelis Penulis Forum Lingkar Pena, sering diundang seminar kepenulisan ke pelosok Tanah Air dan mancanegara, ngepos di Penerbit Jendela.
Pipiet Senja mengisahkan saat memulai tulisannya, ia tengah berada dalam kondisi tidak sehat. Penyakit kronis thalasemia yang dideritanya sejak lahir memberi dampak luar biasa dalam sejarah kehidupannya. Apalagi ia ditransfusi darah sejak tahun 1969 hingga sekarang, termasuk bagian kandung empedunya.
Sejak sepulang dari rawat inap sekitar bulan Maret 2009, ia mulai menekadkan diri untuk laparaskopi, sebuah prosedur pemeriksaan dengan memasukkan teropong kecil ke dalam rongga perut. Dengan biaya sekitar Rp 60 juta, sebuah nilai yang tidak sanggup ditanggungnya. Anaknya yang bernama Haekal mengusulkan agar menjual rumahnya yang berada di Cimahi, namun belum laku juga meski sudah pasang iklan di blog mereka.
Selama berpuluh tahun berobat di rumah sakit, tak jarang ia dilakukan semena-mena. Mulai dari dibentak petugas, dicuekin dokter, sampai ditaruh di koridor UGD saat menjalani transfusi darah. Ketika sampai di UGD, bukannya segera diberi pertolongan malah ditanya, “Ini jaminannya apa?” bahkan tidak jarang petugas berdalih, “Tak ada tempat, lagi penuh, pindah saja ke rumah sakit lain!”.
Hingga suatu saat, ia diterima kembali untuk dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun masih ada beban juga rupanya, akhirnya saat pulang menebus obat di apotik, bertanyalah ia pada Butet, putrinya, “Nak, ada berapa lagi isi ATM-nya?”. “Masih ada, Ma…dikiiit!” jawab Butet. Saat itulah seorang kawan bernama Elly Lubis memberi jalan, menjadi penghubung dengan seorang dokter bernama Imam.
Esoknya, Butet melangkah mendatangi alamat kantor yayasan sosial tempat dokter itu berada. “Mereka bersedia meng-cover semua dana operasinya, Ma.”
“Alhamdulillah” ucap Pipiet Senja. Tinggal mencari jalan bagaimana supaya biaya sehari-hari terpenuhi dan menebus pinjaman kantor yang mulai menumpuk. Harus dicarikan solusi, tekadnya.

Selama dua minggu dirawat di RS Polri, Pipiet Senja berusaha menulis dan terus menulis untuk menyelesaikan dua novel anak-anak. Meskipun harus menahan rasa sakit pada urat nadinya yang ditempeli jarum abocat dikarenakan kerasnya memencet keyboard.
Tanpa sadar, tahu-tahu darah sudah merembes dari jarum yang tergeser-geser, hingga membasahi seprei. Omelan Butet dan para perawat tidak digubrisnya demi mengejar tekadnya.
Esoknya, ia dikonsulkan ke poliklinik bedah sambil membawa USG perut yang terbaru. Ternyata poli bedah sudah banyak pasiennya dengan segala keluh kesahnya. Ada yang tidak berdaya menanggung biaya, penyakit bawaan yang tak kunjung sembuh, dan sebagainya. Dari sanalah ia mendapat inspirasi dan semangat hidup.
Spesialis Urologi dan Bedah rumah sakit itu seorang perwira menengah polisi. Melihat catatan status penyakitnya, dokter itu menyarankan agar dilakukan bedah umum laparatomi di RSCM yang alatnya sudah canggih.
Sejak itu di penghujung bulan Juli 2009, ia berobat ke RSCM Jakarta Pusat, ditemani putrinya. Kembali mereka mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan. Sampai Butet menangis di depan petugas loket, sedangkan ia tergeletak di bangku ruang tunggu poliklinik Jantung selama satu jam sambil menahan rasa sakit yang tiada berujung. Tak ubahnya seorang gelandangan, pikirnya.
Sampai pukul empat sore, Butet muncul dengan seorang petugas yang membawa kursi roda. Seketika ia berucap, “Sueeeer Mom! Beneran, gak enak banget jadi orang miskin! Banyak dihina, dilecehkan, dan…ya Allahu Rabb!”.

 Setelah dua hari dirawat, rumah sakit baru memberi transfusi, sebuah tindakan yang sangat telat. Tidak cuma itu, ia divonis harus angkat limpa, karena sudah membesar. Dokter memutuskan untuk melakukan dua tindakan sekaligus, operasi pengangkatan limpa dan kandung empedu. Kabar itu tentu sangat mengejutkan mereka.
Selama menunggu masa operasi tersebut, mereka pulang ke rumah. Ia banyak melakukan salat istikharah, mempergiat ibadah malam, dan menjalin silaturahim. Tak lupa ia juga memperbanyak sedekah. Selain memenuhi biaya sehari-hari dan biaya pengobatan, ia juga harus memenuhi kebutuhan emaknya di Cimahi, ketiga anak asuhnya, dan adik-adik yang sering minta bantuannya.
Jika memakai hitung-hitungan matematis, mustahil ia sanggup memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu hanya dengan mengandalkan uang bulanan dari kantor, royalti dan honorarium sebagai pembicara. Namun ia senantiasa berpegang teguh pada prinsip, setiap sen yang ia keluarkan untuk sedekah tidaklah menjadi sia-sia, sebaliknya akan berlipat ganda balasan dan pahalanya.
Selain itu, Pipiet Senja telah membuktikan keajaiban-keajaiban yang diberikan Allah sepanjang hidupnya. Beberapa kali masuk ICCU, ruang isolasi, dinyatakan coma, sebanyak itu pula Allah meloloskan dirinya dari lubang maut, dan terus berkarya memberi manfaat pada orang lain.
Akhirnya jadwal operasi diperoleh dari dokter bedah Memet dari poli Bedah, yakni 10 September 2009. Tanggal itu bertepatan dengan bulan Ramadhan 1430 hijriyah, tepatnya sepuluh hari sebelum hari raya Idul Fitri.
Saat itu pula ujian datang dari siapa lagi kalau bukan pelayanan rumah sakit. “Ini benar-benar ujian puasa buat Butet, Ma. Haus, lapar, dibentak-bentak suster pula. Pokonya terhina banget!”.
Ujar putrinya itu. Lalu, sekitar jam sembilan malam, Butet duduk di lantai kamar, pelan-pelan membuka makanan yang dibelinya dan belum sempat disantap. Meleleh sudah hati ibunya melihat keletihannya. Sepanjang hari itu ia harus ujian, mengerjakan tugas kuliahnya pun di jalanan, dan bolak-balik menanyakan kamar rumah sakit, apakah ada yang masih kosong.
“Maafkan Mama ya Nak, maafkan Mama,” suara parau Pipiet Senja tercekat di tenggorokan.
“Mama, jangan pernah minta maaf lagi sama Butet, ya, pliiiis, pliiiiis….” sambil memeluk ibunya erat-erat, kemudian mencium pipi-pipinya dengan penuh sayang.
Setengah berbisik, penulis besar itu berujar, “Aku ingin menangis sesenggukan. Bukan tangis duka lara melainkan tangis terharu, tangis bahagia. Betapa ingin kuserukan namanya, agar semua orang, seluruh penghuni ruangan yang bagaikan neraka dunia ini mengetahui bahwa aku memiliki seorang anak perempuan!”

gimana? cukup sedih, tapi bisa membangkitkan semangat kan? aku lupa dapet ini darimana, tadi itu aku cuma buka-buka folder dan ternyata ada artikel ini.. tertarik deh buat nge-sahre ke teman-teman :)
so.. apa yang kalian dapat dari artikel ini InsyaAllah membuat kalian lebih termotivasi lagi. kalian yang masih suka menganggap hidup ini gak adil. berentian. hidup ini adil, kok... lihatlah, sekeliling kalian.. sebenarnya keadilan sudah tercipta, namun kitanya aja yang ga mau menjaga itu semua... 
hiduplah sebagaimana kalian hidup.. jalani, hadapi, syukuri :) #SalamSuper
 

Template by BloggerCandy.com